DATA DIGITAL

Minggu, 26 Januari 2020

Catatan Kecil di Gunung Bromo

Tidak lengkap apabila rangkaian wisata di Jawa Timur khususnya di kabupaten Malang apabila tidak berkunjung ke penanjakan untuk melihat matahari terbit dan penampakan gunung Bromo. Kesan seru ketika menuju area melihat sunrise menggunakan jeep bersama kawan-kawan pada tengah malam tidak akan terlupakan. Beberapa spot terkait dengan gunung bromo di antaranya: area penanjakan, pasir berbisik, kawah gunung bromo, dan bukit teletubies.

lupa ini di spot mana
Bukit kingkong yang pastinya dingin




Bukit ini terletak di jalur sebelum menuju ke Penanjakan 1, Bukit KingKong juga dapat menjadi pilihan lain apabila kamu ingin menikmati sunrise di Bromo. Bukit ini dinamakan kingkong dikarenakan terdapat bebatuan yang di lihat dengan agak lama akan mirip dengan wajah jenis Monyet dengan ukuran badan besar ini.
kawah bromo




Bromo merupakan salah satu gunung yang terletak pada Pegunungan Tengger. Bromo memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut. Kawah tersebut terletak dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Apabila naik untuk melihat kawah sebaiknya berhatihati karena tangga licin tertutup debu. Sedangkan area disekitar kawah hanya dibatasi pagar tipis yang rendah Sehingga apabila berniat untuk berfoto/ selfie harus senantiasa mengutamakan keselamatan.




Eco Green Park Kota Batu Malang


Sekedar berbagi serunya menghabiskan akhir pekan di Eco Green Park kota Batu-Malang. Tempat wisata edukasi yang cukup lengkap untuk menambah pengetahuan tentang macam-macam serangga dan burung. Koleksi burung, bebek, dan serangga lumayan lengkap dihadirkan dari berbagai berbagai Negara antar benua seperti China dan Brasil. Bagi pecinta burung dapat memanjakan mata dengan koleksi burung  berbulu indah dan memiliki kicauan yang merdu. Jam pelayanan operasional eco green park dimulai pada pukul 08.30-16.30 WIB. Tempat wisata tersebut merupakan bagian dari Jawa Timur Park Group.
 
Area peternakan Sapi

Koleksi burung di antaranya Elliot’s Pheasant yang merupakan ayam endemic China bagian tenggara yang habitatnya berada di hutan lebat sekitar 1890 meter. Ada burung yang berasal dari Myanmar dan China yang terkait erat dengan Golden Pheasant yang diberi nama Lady Amherst Pheasant. Apabila satwa tersebut terkejut, ia bisa terbang ke atas dengan kecepata tinggi dengan mengeluarkan suara yang sangat khas.

Itu pipit ya :D

Selain menawarkan pemandangan satwa burung yang lengkap, Eco Green menyediakan beberapa tempat yang bagus untuk berfoto. Dengan latar belakang alami dan buatan membuat foto diri dan kelompok menjadi lebih mantab.  Terdapat pula rumah labirin kaca yang cukup asik untuk dilewati bersama dengan kawan-kawan. Pantulan kaca yang yang berhadap-hadapan merupakan tantangan tersendiri untuk mencapai pintu keluar. Area labirin cukup luas dengan beberapa perangkap ruangan, agak berbeda dengan rumah kaca di BNS yang kecil :D. Dari rumah kaca kita dapat berfoto ria di bagunan yang disusun terbalik (seperti objek wisata Dmata di Jogja).

Sayang posenya kurang meyakinkan hh

Bagi yang suka basah-basahan terdapat tidak kurang dari 2 wahana untuk bermain air, yaitu wahana outbound dengan cipratan dan tumpahan air sepanjang perjalanan dan kereta air. Wahana edukasi replika candi-candi di  Indonesia Prambanan, Borobudur dapat menambah wawasan dan memori handphone karena digunakan untuk mengabadikan momen. 
 
turis kesasar di labirin kaca :D

Akhirnya manfaat yang luar biasa didapat dengan mengunjungi Eco Green Park adalah kesehatan dan kebugaran. Area berjalan yang sangat luas dari satu objek dan wahana membuat kita berlajan lebih dari 6000 langkah sehari sesuai dengan anjuran kesehatan. :D Olahraga yang dilakukan dalam keadaan senang tentu saja akan terasa ringan bukan hehe.
 
dijamin sehat wisata di Eco Green Park